Mengenai harga-harga di Jepang

Teman-teman paling khawatir dengan biaya hidup di Jepang, bukan?

Makan? Perbedaan budaya? Belajar? Khawatir dengan semua itu?

Tapi yang paling utama pasti masalah ‘uang’, bukan? 


Apakah Jepang semahal itu?

Jawabannya adalah TIDAK.

Diantara kota-kota di Amerika, Inggris, Australia dan Jepang (negara yang sering dijadikan tujuan studi), menurut teman-teman mana yang paling mahal?

                     

Ref: NUMBEO      http://www.numbeo.com/common/

Grafik diatas adalah perbandingan biaya hidup di setiap kota.

Tertinggi adalah Sidney (Australia), kemudian disusul London (Inggris) dan Tokyo (Jepang). Bahkan New York dan Boston (Amerika) tidak berbeda jauh dengan Tokyo. Kota-kota yang diminati sebagai tujuan studi oleh mahasiswa asing rata-rata membutuhkan biaya yang hampir sama.

Di Jepang, Tokyo adalah kota dengan biaya hidup paling mahal, karena itu jika tinggal di kota lain (misalnya Osaka atau Kyushu) biaya hidup akan lebih murah. Ada image bahwa harga barang-barang di Jepang mahal, tetapi sekarang tidak lagi. Kenapa begitu?

Jawabannya karena harga barang-barang di Jepang tidak banyak berubah smiley.

Selama 20 tahun ini harga barang-barang di Indonesia mempunyai kecenderungan untuk naik.

Itu adalah hal yang wajar. Di negara manapun dalam 20 atau 30 tahun harga barang akan menjadi 2x lipat. 

Ref: Office for National Statics

http://www.ons.gov.uk/ons/rel/elmr/economic-review/june-2013/art-economic-review--june-2013.html

Mari kita lihat grafik diatas. Ini adalah informasi yang didapat dari situs di Inggris dan didalamnya terdapat negara yang harga-harganya tidak mengalami kenaikan, itulah Jepang!

Mungkin ada yang berpikir ‘Itu nggak mungkin!’. Tapi itu benar adanya.

Udon yang disajikan dengan tempura harganya 210 Yen (Rp 23.000,-), gyudon seharga 280 Yen (Rp 30.000,-) dan bento seharga 399 Yen (Rp 43.000,-) masih bisa ditemukan dimanapun di seluruh Jepang.

Di restoran udon (ada diseluruh Jepang), menu udon dan tempura seharga 210 Yen (Rp 23.000,-)

Kemudian gambar di bawah ini:

Ini semuanya 399 yen (Rp 43.000,-)

Di Indonesia ini sama dengan makan di mall, kan? Bahkan kadang lebih murah wink

Kalau sebelumnya teman-teman berpikir Jepang adalah negara yang mahal, dengan contoh diatas itu tidak benar. Jepang tidak semahal itu.

Kemudian, dibandingkan dengan Amerika dan Eropa, di Jepang ada cara khusus untuk meringankan beban biaya hidup.

Di Jepang pelajar asing bisa bekerja sambilan (part-time atau lebih dikenal dengan arubaito). Karena di Jepang semua pelajar asing bisa melakukan kerja sambilan, banyak juga diantara mereka yang sekolah tanpa beasiswa.

Pengalaman yang didapat dari kerja sambilan sangat berguna untuk mencari pekerjaan di Jepang. Kalau bekerja di Jepang, gaji yang diterima akan lebih banyak daripada kerja di Indonesia, jadi modal awal kita untuk sekolah di Jepang bisa kembali. Meskipun kita pandai berbahasa Inggris, jika tidak mempunyai pengalaman kerja di Jepang, kita akan kesulitan dalam mencari kerja disana.

Kesimpulannya belajar di Jepang, meskipun tanpa beasiswa, adalah hal yang mudah. Ayo, siapa yang berani mengambil tantangan untuk sekolah sambil kerja part time di Jepang laugh

Nanti kita lanjutkan di artikel lain untuk arubaito atau kerja sambilan ya yes

このページの先頭へ