Yuk, kita intip kehidupan pelajar dan arubaito di Jepang

Temen-temen udah tau belum kalo sekolah di Jepang itu murah ? kenapa bisa murah ? 

Untuk belajar satu tahun di Amerika memerlukan biaya sekitar 2.000.000 Yen, atau sekitar US$16.500 untuk biaya pendidikan dan biaya buku. Untuk belajar satu tahun di Singapura memerlukan sekitar 1.000.000 Yen atau sekitar US$8100.

Tidak berbeda jauh dengan Jepang, dalam satu tahun memerlukan 1.000.000 Yen atau sekitar US$8100 untuk biaya pendidikan dan biaya buku. Jika dibandingkan dengan kedua negara tersebut sebenarnya tidak berbeda jauh. Lantas, mengapa sekolah di Jepang bisa dibilang murah? Alasannya karena Jepang memperbolehkan pelajar asing untuk melakukan Arubaito atau kerja part-time.

Jenis-jenis arubaito di Jepang bermacam-macam. Ada arubaito yang berhubungan dengan food service seperti menjadi pramusaji atau koki, arubaito yang berhubungan dengan kerja kantoran dan bisnis, serta arubaito yang berhubungan dengan service, mass media, tenaga kesehatan, sales dan lain sebagainya.

Jenis arubaito yang populer di kalangan pelajar asing di Jepang adalah menjadi pramusaji di restoran atau menjadi staff di minimarket. Hal ini dikarenakan siswa dapat mengaplikasikan kemampuan bahasa Jepang yang dikuasainya langsung kepada para tamu yang datang. Selain itu, arubaito untuk menjadi pengajar bahasa Inggris atau pengajar bahasa asing lainnya pun cukup diminati oleh para pelajar asing.

Namun demikian, terdapat syarat-syarat untuk dapat arubaito, seperti salah satunya adalah diperbolehkan bekerja sesuai dengan persetujuan dengan pihak sekolah, bekerja di bawah 28 jam per minggu, dan lain sebagainya.

Estimasi pengeluaran sebulan seorang siswa yang bersekolah di Jepang jika dia tinggal di asrama berkisar sekitar 69.000 yen. Pengeluaran tersebut termasuk dengan estimasi biaya makan, biaya rekreasi, asuransi kesehatan, pengeluaran tak terduga biaya sewa asrama dan estimasi biaya listrik, gas dan air. Namun demikian, biaya ini juga tergantung dengan fasilitas yang disediakan asrama sekolah. Beberapa asrama di sekolah tertentu, biaya listrik, gas dan air sudah termasuk dalam biaya asrama. Kemudian, bila siswa memasak untuk kebutuhan makan sehari-hari, maka sudah dipastikan biaya hidup di Jepang  bisa lebih murah dari estimasi yang disebutkan di atas.

Untuk siswa yang memilih menyewa apartemen, pengeluaran dalam sebulan berkisar sekitar 91.000 yen per bulan. Biaya apartemen lebih mahal dari asrama, karena siswa harus menanggung sendiri biaya-biaya keperluan dan perawatan apartemen.

Satu-satunya keuntungan yang hanya bisa didapatkan di Jepang adalah pelajar asing dapat melakukan arubaito agar bisa memperoleh uang tambahan untuk biaya hidup seperti yang telah dijelaskan diatas juga untuk biaya sekolah. Rata-rata gaji arubaito yang ditawarkan berkisar dari 900 yen hingga 1900 yen per jam. Nominal tersebut terhitung cukup tinggi, bila kita kalikan nominal terendah gaji yang ditawarkan, yakni 900 yen dengan jumlah jam kerja yang diperbolehkan dalam seminggu, yakni 28 jam, maka pelajar asing dapat memperoleh gaji sebesar 100.800 yen per bulannya! Angka yang cukup menggiurkan bukan?

Dengan demikian dengan arubaito atau bekerja part-time, maka dijamin, pelajar asing di Jepang dapat menghemat pengeluaran pribadi bahkan dapat membayar uang sekolah dengan penghasilan sendiri.

このページの先頭へ